Alam raya kembali merepresentasikan dirinya sebagai tuhan.
Lewat episode" mimpi yang menjadi kitab. Jalur jalur nasib berujung kisah dan takdir yang tergambar tersirat kepedihan kepedihan cinta yang mengupu kupu didalam rongga tulang dada.
Keresahan tentang dirimu,
Tidak akan pernah berjung waktu,
Itu, Hadist yang aku deklarasikan.
Aku hanya bisa menggoda nasib,
Sudah ada Wahyu dari sang alam semesta tentang suasana detik itu.
Yang aku lakukan dari pada merubah prosesnya dan berharap hasil beda, adalah dengan terus taat melakukan hal yang sama persis dititahkan alam.
Biar alam senang,
Dan membunuh kupu kupu parasit tubuh ini,
Berhutang Budi padaku,
Dan alam akan merepresentasikan kehendakku.
Semoga.
Untuk kamu, aku tetap menaruh rasa.
Tergantung bagaimana alam memberiku petunjuk tentang bagaimana aku harus merealisasikan kehendakku tentang kamu.
0 komentar:
Posting Komentar