Minggu, 13 Januari 2019

Mengkaji Puisi Joko Pinurbo yang Berjudul “Celana1” Dengan Teori Semiotika



Mengkaji Puisi Joko Pinurbo yang Berjudul “Celana1” Dengan Teori Semiotika


Celana, 1

Ia ingin membeli celana baru
buat pergi ke pesta
supaya tampak lebih tampan
dan meyakinkan.

Ia telah mencoba seratus model celana
di berbagai toko busana
namun tak menemukan satu pun
yang cocok untuknya.

Bahkan di depan pramuniaga
yang merubung dan membujuk-bujuknya
ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya.

“Kalian tidak tahu ya
aku sedang mencari celana
yang paling pas dan pantas
buat nampang di kuburan.”

Lalu ia ngacir
tanpa celana
dan berkelana
mencari kubur ibunya
hanya untuk menanyakan:
“Ibu, kausimpan di mana celana lucu
yang kupakai waktu bayi dulu?”

1996









Analisis :
Penyair menganalogikan celana sebagai “sifat kepribadian”. Pada bait pertama dia ingin mencari sifat kepribadian yang cocok untuk kehidupan duniawi. Hal ini terletak pada kalimat “Pergi ke pesta” yang berarti nikmat duniawi.

Ia ingin membeli celana baru
buat pergi ke pesta
supaya tampak lebih tampan
dan meyakinkan.

Lalu dilanjutkan pada bait kedua. Pada bait kedua ini penyair telah mencoba berbagai “sifat kepribadian” namun tidak ada yang cocok dengan dirinya.

Ia telah mencoba seratus model celana
di berbagai toko busana
namun tak menemukan satu pun
yang cocok untuknya.

Setelah itu pada bait ketiga. Bait ketiga ini penyair dirayu oleh setan atau kenikmatan duniawi yang digambarkan penyair sebagai “Pramuniaga”, namun penyair tidak peduli dan malah melepaskan dan mencampakan “sifat kepribadian” yang ditawarkan. Hal itu terlihat pada kalimat “ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya”

Bahkan di depan pramuniaga
yang merubung dan membujuk-bujuknya
ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya.

Pada bait keempat ternyata penyair sedang mencari “Celana yang pas buat nampang dikuburan” maksutnya adalah penyair sedang mencari “sifat kepribadian” yang pas dan cocok dibawa saat dikuburan atau bisa dikatakan sifat yang baik yang bisa dibawa mati.

“Kalian tidak tahu ya
aku sedang mencari celana
yang paling pas dan pantas
buat nampang di kuburan.”

Pada bait kelima penyair “ngacir tanpa celana dan berkelana” maksutnya adalah dia pergi tanpa “sifat kepribadian” dan berkelana untuk mencari kuburan ibunya. Lalu dia mencari kuburan ibunya hanya untuk menanyakan “Ibu, kausimpan di mana celana lucu yang kupakai waktu bayi dulu?” maksutnya adalah dia menanyakan kepribadian suci, lucu dan bai seerti bayi, akan tetapi tidak mendapatkan jawaban, karena ibunya telah meninggal, hal ini terdapat pada kalimat  “mencari kubur ibunya hanya untuk menanyakan:“Ibu, kausimpan di mana celana lucu yang kupakai waktu bayi dulu?”

Lalu ia ngacir
tanpa celana
dan berkelana
mencari kubur ibunya
hanya untuk menanyakan:
“Ibu, kausimpan di mana celana lucu
yang kupakai waktu bayi dulu?”

Simpulan:
Jadi maksut celana disini adalah kepribadian yang baik dan cocok untuk si penyair untuk dibawa ke kuburan atau mati. Akan tetapi sipenyair tidak menemukan kpribadian yang cocok untuk dirinya. Lalu dia menanyakan kepada ibunya yang sudah meninggal dan tidak mendapatkan jawaban ap

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com