Monolog Pagi,
Namaku
Tupani;, Lengkapnya Tupani Bin Yatno Bin Marno.
Aku bukan keturunan
Arab, Melainkan Blasteran Dusun Mbalong dan Kalisampang.
Kelahiranku lepas
sedikit dari tengah malam hari Saptu Pon, mungkin itu alasan simbok mengusulkan
nama Tupani kepada mamakku. Sangking hormatnya pada sang ibu mertua mamak yang
awalnya menyiapkan nama Abimanyu padaku harus rela menuruti titah simbok.
Kala itu memang lagi
musim paceklik yang amat sangat meyusahkan. Kata orang-orang, proses
kelahiranku sangat mengenaskan: baru lahir tubuhku sudah ditumbuhi panu,
mungkin akibat tidak pernahnya aku mandi pagi atau juga sebab bajuku hanya
punya tiga helai dan jarang dicuci.
Sebagaimana anak-anak
lain yang hidup di kampung miskin nan tandus, otakku terlalu lamban untuk
diajak berfikir. Mungkin karena memang aku kekurangan gizi.
Tapi, untung saja
otakku lebih mendingan dibanding kawan karibku Si Yono, dia sering menjadi
langganan tidak naik kelas kala itu. Sempat ingin membacok wali kelas empat
yang menahannya lebih dari tiga kali tinggal kelas. Yono bukanlah anak yang
idiot, ya memang dia lamban saja dalam berfikir.
Sebabnya identik
denganku, setiap pagi sarapannya tidak jauh dari olahan singkong. Aku dan
Yono walau hanya berstatus tetangga
namun kebersamaan kami layaknya sepasang
saudara kembar. Dulu sempat ada jadwal seminggu tidur dirumah Yono
seminggu lagi tidur dirumahku.
Beruntungnya sekarang,
Yono sudah berkeluarga dengan meminang Wati sebagai istrinya walau beberapa
tahun ini belum juga mempunyai anak dari hasil perkawinannya. Sikapnya masih
sama saja seperti dulu, kabarnya kala ia
bertengkar dengan istri atau mertuanya seketika Yono lagsung “purik”, ngambekan
dan bertingkah konyol, sempat kala itu
dia nesu pulang kerumah orang tuannya dengan membawa kambing-kambing peliharaan
Yono di rumah mertuannya.
Bersambung. . . . .
LANJUTKAN MONOLOG INI DENGAN CERITAMU SENDIRI DI BILIK KOMENTAR ATAU LANGSUNG MENGHUBUNGI ADMIN,
KARYA UNIK KALIAN AKAN DI PUBLIKASIKAN DI BLOG INI.

Sesampainya dirumah mertua yono mulai bertingkah konyol dia sempat curhat pada kambing-kambingnya yang begitu lezat untuk dibuat sate .
BalasHapuskurang panjang bang, hehehe
Hapusterimakasih responnya.
Up
BalasHapusiya gan, up
HapusYono oh yono, kini kau menjadi duda. setiap hari selalu curhat sama kambingnya, sampai kambingnya mau dikawin. hehehehehe
BalasHapus😕
BalasHapus