Kamis, 17 September 2020

Stone in hand

Petak persegi sudah penuh dengan produktivitas masal setiap alam bersegama dengan waktu.
Yang keluar dari rahim kendor berwujud gumpalan sayap yang setiap kedipannya menjadi membelah diri menjadi banyak.
Mereka meluncur bak tembakan sang panah dengan ujung pusaran lancip menembus dinding dinding hati dan menerobos tembok daging.
Kini menancap dan berefolusi sebagai makhuk bersayap yang berenang di dalam empedu.
Terus berenang layaknya terbang dengan sangat liarnya, apalagi mendapati dunia sedang tidak membaginya tempat seharusnya. Jiwanya terus merasuki jiwa rasukan utamannya. Mengontrol pusat ujung nadi. Menjadi pusat pengendali semua yang bergerak.
Kini setelah ada dia dalam telaga bening dalam wadak manusia, produktivitas petak persegi selalu terjaga. 
Ruang pengap penuh debu terus ditetesi air yang siap membludaki genangan genangan yang menjadi waduk baru.
Tidak ada yang difunggu sebagai perubahan, semua sudah terprediksi dengan sangat rincinya. Tidak ada produk hama yang mampuembunuh makhluk cantik bak kupu" ini.
Sikap menerimalah sebenar benarnnya situasi yang aman sebagai salah satu penyandang yang dijajah.
Daripada mati ditombak penjajah dari dalam dagingnya, sementara lebih baik berteman dengannya untuk menikmati hasil alam dengan sedikit kongkalikong dibagi dua hasil. Walau sebenarnya berat sebelah, ya sabar, terima, legowo dan enjoy saja.

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com