Aku akan menulis puisi, nanti
Dikerling matamu
Sambil berlalu
Mengeja satu-persatu
Isyarat-isyarat tentang kesediaanmu
Menerima sgala gelisah tiada jemu
Dipadang ilalang itu
Saat kau menolak janjiku
Sebab kau tak ingin
Aku menderita karenanya
Mulai ku tanami bunga mawar
Kupilih merah kesukaanmu
Jum,
Belum juga kutangkap bayanganmu
Diujung jalan yang sama
Saat aku melepaskanmu
Bersama tekadmu
Mendera menghajar nasib
Bersepeda tua
Berlalu berkelebat kain tudungmu
Melambai seraya berbisik seumpama
"Aku pasti kembali, menjemput puisimu!"
Sedangkan mawar merah berulang kali ranum
Ingin aku kirimkan puisi ini
Tapi kau ingin menjemputnya
Aku hanya bisa membacanya
Kesekian ratus rindu berlalu
Saat dingin merebah
Aku hanya bisa menimbun tabah.
10 Januari 2020
0 komentar:
Posting Komentar